DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP ANAK (ANAK BROKEN HOME)

Authors

  • Ade Irma Suryani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Ananda Pratiwi Barus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Anggi Muammar Lubis Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Shopia Wirda Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Abstract

Keluarga adalah suatu kelompok manusia yang hidup bersama dengan hubungan darah atau ikatan pernikahan. dalam keluarga dapat menimbulkan perselisihan sehingga dapat mengakibatkan keretakan keluarga atau broken home. keluarga yang broken home dapat menimbulkan kerugian pada banyak pihak terutama pada anak. Perceraian tidak hanya berdampak bagi yang bersangkutan suami-isteri saja, tetapi dapat melibatkan anak khususnya yang memasuki usia remaja, perceraian adalah beban tersendiri bagi anak sehingga berdampak pada psikis. Kelakuan anak terhadap perceraian orangtuanya, sangat dipengaruhi oleh cara orang tua berperilaku sebelum dan sesudah perceraian. Metode yang digunakan dalam penulisan jurnalini menggunakan studi literatur. Studi literatur yaitu data sekunder yang dilakukan dengan diawali mencari kajian kepustakaan dari berbagai literatur seperti jurnal ilmiah, buku,artikel. perceraian orang tua dapat memberikan dampak buruk bagi anak, baik psikis maupun fisik anak. Jadi perceraian memang harus perlu dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya, dan orang tua harus bisa memberikan pengertian yang baik kepada anak sehingga dapat mengurangi dan mengatasi dampak buruk pada anak pada saat perceraian terjadi.

References

Gunarsa,Singgih D. 2004. Psikologi Praktis: Anak Remaja dan Keluarga. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Hurlock, Elizabeth B. 2004. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.

Syansu, Yusuf LN. 2005. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Wirawan, Sarlito. 1989. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Downloads

Published

2024-06-30

Issue

Section

Articles