DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP ANAK (ANAK BROKEN HOME)
Abstract
Keluarga adalah suatu kelompok manusia yang hidup bersama dengan hubungan darah atau ikatan pernikahan. dalam keluarga dapat menimbulkan perselisihan sehingga dapat mengakibatkan keretakan keluarga atau broken home. keluarga yang broken home dapat menimbulkan kerugian pada banyak pihak terutama pada anak. Perceraian tidak hanya berdampak bagi yang bersangkutan suami-isteri saja, tetapi dapat melibatkan anak khususnya yang memasuki usia remaja, perceraian adalah beban tersendiri bagi anak sehingga berdampak pada psikis. Kelakuan anak terhadap perceraian orangtuanya, sangat dipengaruhi oleh cara orang tua berperilaku sebelum dan sesudah perceraian. Metode yang digunakan dalam penulisan jurnalini menggunakan studi literatur. Studi literatur yaitu data sekunder yang dilakukan dengan diawali mencari kajian kepustakaan dari berbagai literatur seperti jurnal ilmiah, buku,artikel. perceraian orang tua dapat memberikan dampak buruk bagi anak, baik psikis maupun fisik anak. Jadi perceraian memang harus perlu dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya, dan orang tua harus bisa memberikan pengertian yang baik kepada anak sehingga dapat mengurangi dan mengatasi dampak buruk pada anak pada saat perceraian terjadi.References
Gunarsa,Singgih D. 2004. Psikologi Praktis: Anak Remaja dan Keluarga. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Hurlock, Elizabeth B. 2004. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.
Syansu, Yusuf LN. 2005. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Wirawan, Sarlito. 1989. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
AMI Journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.