Konsep, Sejarah, dan Urgensi Pendidikan Multikultural dalam PAUD di Indonesia
Abstract
Pendidikan multikultural adalah metode pengajaran yang menekankan penghargaan terhadap keragaman budaya, agama, etnis, bahasa, dan latar belakang sosial dalam kehidupan masyarakat. Indonesia yang memiliki beragam budaya memerlukan sistem pendidikan yang dapat menanamkan nilai-nilai toleransi, inklusivitas, dan penghargaan terhadap perbedaan sejak usia dini. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis pengertian multikulturalisme dan pendidikan multikultural, sejarah serta konteks pendidikan multikultural, serta pentingnya dan tujuan pendidikan multikultural dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pendekatan yang diterapkan dalam penulisan artikel ini adalah analisis pustaka dengan mengeksplorasi berbagai referensi dan kajian tentang pendidikan multikultural. Temuan dari diskusi mengindikasikan bahwa pendidikan multikultural berperan penting dalam membangun karakter anak yang toleran, empatik, inklusif, dan dapat hidup harmonis dalam masyarakat yang beragam. Di tahap PAUD, pendidikan multikultural memiliki peranan yang krusial karena periode usia dini adalah saat pembentukan karakter dasar anak. Pendidikan multikultural dapat diterapkan melalui aktivitas pembelajaran yang menarik, seperti permainan peran, eksplorasi budaya lokal, cerita rakyat, lagu tradisional, dan pembiasaan sikap saling menghormati. Oleh karena itu, pendidikan multikultural di PAUD berperan tidak hanya sebagai metode pengajaran, tetapi juga sebagai dasar dalam menciptakan generasi yang berkarakter, demokratis, dan menghargai nilai-nilai persatuan serta kemanusiaan.References
Agustian, M. (2019). Pendidikan Multikultural. Penerbit Unika Atma Jaya Jakarta.
Baidhawy, Z. (2005). Pendidikan agama berwawasan Multikultural. Erlangga.
Fauzi, M., Setiyorini, N. D., Setyowati, H., Irdyansah, A., & Mubarok, A. S. (2025). Pendidikan Multikultural: Teori, Praktik, dan Transformasi Sosial. Penerbit NEM.
Firtikasari, M., & Andiana, D. (2024). Pendidikan Multikultural. Cahaya Smart Nusantara.
Huda, M., & Fatimah, S. (2022). Multicultural education in early childhood: Building inclusive attitudes from an early age. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 115– 126.
Jennah, R. (2025). Pendidikan Multikultural dan Tantangan Kebinekaan di Indonesia. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(04), 212-220.
Nugroho, A., & Lestari, R. (2025). Integration of multicultural values in early childhood learning and its impact on social sensitivity. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 45–56.
Pratiwi, D. A. (2021). The urgency of multicultural education in early childhood education institutions. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak, 4(3), 201–210.
Rahman, F. (2023). Multicultural education as a strategy to strengthen social harmony in diverse societies. International Journal of Early Childhood Education Studies, 8(1), 33–44.
Saraswati, L. G., & Manalu, A. G. B. (2023). Rekognisi keragaman budaya dan multikulturalisme Bhineka Tunggal Ika, Krtha Bhayangkara, 17(2), 273-296.
Saputra, E. E., & Parisu, C. Z. L. (2025). Perilaku sosial dalam konteks pendidikan multikultural. Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia, 1(1), 21-31.
Sari, M., & Wulandari, T. (2024). The role of multicultural education in developing socialemotional skills in early childhood. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 29(2), 150– 162.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
Bright Vision Journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.