PEMANFAATAN JAMBUR UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN SOSIAL DAN KEKELUARGAAN DI DESA BATU KARANG KECAMATAN PAYUNG KABUPATEN KARO
DOI:
https://doi.org/10.30829/pema.v4i2.4813Keywords:
Jambur, Kegiatan Sosial, Kekeluargaan, Masyarakat KaroAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan jambur sebagai sarana pendukung kegiatan sosial dan kekeluargaan masyarakat di Desa Batu Karang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jambur memiliki peran sentral sebagai ruang publik tradisional yang digunakan dalam berbagai aktivitas, mulai dari musyawarah desa, pertemuan warga, kegiatan keagamaan, hingga upacara adat seperti pernikahan dan kematian. Selain itu, jambur juga memiliki nilai simbolis sebagai representasi kebersamaan, solidaritas, dan identitas budaya masyarakat Karo. Keberadaan jambur terbukti memperkuat ikatan sosial serta menjaga nilai- nilai budaya lokal di tengah tantangan modernisasi.References
Bangun, P. P. (2020). The philosophy of Siwaluh Jabu as a cultural identity of Karonese society. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(2), 269–278.
Barus, C. B. A. (2016). Perubahan Visual Ornamen Karo pada Bangunan Jambur. Universitas Negeri Medan.
Dwi Lindarto, Priyo Pratikno, & Christophorus Koesmartadi. (2022). Daya Responsif Arsitektur Karo Terhadap Adaptasi Perilaku New Normal. RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan.
Ginting, S. U. B., & Sadikini, M. A. (2018). Analisis semiotik pada pesta perkawinan adat Karo Langkat (Kajian semiotika sosial). Jurnal Serunai Bahasa Indonesia, 15(2), 1–12.
Halim, E. A. (2022). Kajian ragam hias pada rumah adat Karo ditinjau dari etnomatematika.
Halim, E. A., Darmayanti, T. E., & Amelia, C. (2020). Study of aesthetic elements of Karo traditional house in terms of dualism and triple patterns. American International Journal of Social Science, 9(1), 1–10.
Istaqli Iman Barus, Sri Gunana Sembiring, Mohammad Dolok Lubis, & Novrial. (2023). Application of Metaphorical Architecture to the Karo Cultural Center. Formosa Journal of Applied Sciences, 2(5), 615–540.
Jurnal Axiom, 5(2), 178–187.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Lindarto, D., Pratikno, P., & Koesmartadi, C. (2022). Daya responsif arsitektur Karo terhadap adaptasi perilaku new normal. RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan, 9(1), 53–64
Masri Singarimbun. Rumah Adat Karo dan Perubahan Sosial. Jurnal Humaniora UGM.
Nasution, P.H. & Ginting, S.W., (2023). Design of a Rumah Budaya in the Context of Preserving Karo Culture in Desa Lingga, Karo Regency, North Sumatera. International Journal of Culture and Art Studies, 7(2), 77-85.
Nicholas, J. S., & Ginting, S. W. (2024). Promoting Karo culture and tradition by designing jambur and traditional market as a community center in Bukit Lawang, North Sumatera, Indonesia. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora, 2(11), 892–900.
P. Tariga, N., (2021), The Jambur Karo Building View from The Lens of Disability Corcerning Local Action Plan for Persons with Disabilities. Conference Series, 3(2), 203-210.
Sembiring, J. (2018). Peran jambur dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Karo. Jurnal Antropologi Indonesia, 39(2), 155–167.
Seriwati Ginting, Heddy Heriyadi, & Sri Carolina. (2021). Upaya Pelestarian Rumah Adat Karo Melalui Rupa Ragam Hias di Sumatera Utara. Serat Rupa: Journal of Design, 5(1), 122-141.
Sinulingga, J., Sitepu, N., & Siregar, S. H. (2024). Status Sosial dalam Rumah Adat Siwaluh Jabu Batak Karo. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 24685–24690.
Ulfa, F., & Pane, I. F. (2022). Pergeseran pola ruang pada rumah adat Karo Siwaluh Jabu (Studi kasus: Desa Budaya Lingga, Karo, Sumatera Utara). Jurnal Koridor, 13(2), 45–58.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Jurnal Tarbiyah provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. Jurnal PEMA Tarbiyah Open Access articles are distributed under this CC BY SA.