KEPRIBADIAN DA`I DALAM BERDAKWAH
DOI:
https://doi.org/10.30829/tar.v22i1.7Abstract
Dai/Penyuluh Agama yang efektif dapat di kelompokkan kepada tiga bagian. Pertama, efektif bagi dirinya sendiri. Artinya, sebelum Dai/Penyuluh Agama memberikan Dakwah Islamiyah kepada orang lain ia harus meng-Dakwah Islamiyah dirinya sendiri. Dai/Penyuluh Agama harus orang yang secara pribadi sehat rohaninya, stabil emosinya, berpandangan baik terhadap dirinya (citra diri yang positif) dan mampu mengatasi masalah pribadi dan keluarganya. Kedua, efektif bagi orang lain (Mad`u). Artinya, Dai/Penyuluh Agama memiliki sejumlah kekayaan kepribadian yang dapat membuat orang lain (Mad`u) merasa senang, nyaman, aman, damai, merasa di hormati dan di hargai. Label-label kepribadian semacam ini tercermin dalam suasana hubungan Dakwah Islamiyah yang penuh penerimaan dan kepedulian, pemahaman dan empati, keterbukaan dan kesejatian serta mendengarkan dengan baik dari pihak Dai/Penyuluh Agama. Ketiga, kemampuan atau keterampilan dasar Dai/Penyuluh Agama. Artinya, seorang Dai/Penyuluh Agama yang efektif, disamping memiliki kepribadian yang efektif bagi dirinya sendiri dan orang lain (Mad`u), ia harus memiliki kemampuan atau keterampilan dasar agar dapat mengkomunikasikan kepribadiannya dalam proses Dakwah Islamiyah. Dimensi keterampilan ini merupakan dimensi kognitif yang meliputi kompetensi intelektual, kelincahan karsa cipta atau fleksibelitas dan mampu mengembangkan keakraban selama proses Dakwah Islamiyah berlangsung, bahkan di luar hubungan Dakwah Islamiyah. Kata Kunci: Da’i, da’wahIslamiah, komunikasiDownloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Jurnal Tarbiyah provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. Jurnal Tarbiyah Open Access articles are distributed under this CC BY SA.