PERAN ORGANISASI REMAJA MASJID DALAM MENGURANGI KEBIASAAN PENGURUS BERMAIN SMARTPHONE
DOI:
https://doi.org/10.30821/lokakarya.v1i2.2375Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran organisasi Remaja Masjid Baiturrahman Kelurahan Limau Sundai dalam mengurangi kebiasaan anggotanya pada menggunakan Smartphone. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskripsi analisis. Informan penelitian adalah Ketua Remaja Masjid, Ketua BKM, dan beberapa anggota Remaja Masjid. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan organisasi Remaja Masjid baiturrahman ini dapat dikelompokkan dalam beberapa kegiatan rutin yang dilaksanakan seperti Maulid dan Isra’ Mi’raj Nabi, gotong royong lingkungan masjid, majelis ta’lim, magrib mengaji dan kegiatan-kegiatan lain yang tidak mengikat. Tingkat ketergantungan remaja pada Smartphone di Remaja Masjid Baiturrahman Limau sundai ini pada dasarnya tergolong tinggi karena durasi penggunaan waktu dengan kegiatan-kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap harinya. Walaupun masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti rasa gelisah saat Smartphone mereka tertinggal, menganggap hidup menjadi terhormat berdasarkan kepemilikan Smartphone sesuai mereknya dan hal-hal lainnya. Organisasi Remaja Masjid berperan dalam mengurangi kebiasaan remaja pada Smartphone melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dengan tujuan agar nilai-nilai agama dan ibadah remaja lebih baik lagi sehingga diharapkan dapat menjadi media dalam mengurangi dampak negatif Smartphone.Referensi
Ad-Dimasyqi, Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri. Tafsir Al-Qur’anul Adzim, Jilid 4, Terj. M. Abdul Ghoffar, dkk. Bogor: Pustaka Imam Syafi’i, 2004.
Bungin, Burhan. Analisa Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Prenada Media Group, 2008.
Departeman Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Bandung: Al-Jumanatul Ali Art, 2005.
Departemen Agama RI. Pedoman Pemberdayaan Masjid; Melalui Aspek Idarah, Imarah dan Ri’ayah. Jakarta: Ditjen Bimas Islam, 2007.
Departemen Pendidikan Nasional RI. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2007.
Handryanti, Aisyah Nur. Masjid Sebagai Pusat Pengembangan Masyarakat. Malang: UIN Maliki Press, 2010.
Hasanah, Uswatun, dkk. Pengaruh Smartphone Addiction Terhadap Perilaku Agresif Pada Remaja. “Jurnal Proyeksi”, Volume 15, Nomor 2, Tahun 2020.
Idris, Zakaria. Khutbah Jum’at Populer. Bintang Pelajar, tt.
Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2016.
Mulyana, Sri dan Afriani. Hubungan Antara Self-Esteem dengan Smartphone Addiction pada Remaja SMA di Kota Banda Aceh. “Jurnal Psikogenesis”, Volume 5, Nomor 2, Desember 2017.
Mulyati, Tri dan Frieda. Kecanduan Smartphone Ditinjau Dari Kontrol Diri Dan Jenis Kelamin Pada Siswa SMA Mardisiswa Semarang. “Jurnal Empati”, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018.
Munawir, Imam. Panduan Praktis Organisasi Remaja Masjid. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2005.
Ridha, Akram. Puber Tanpa Gejolak. Jakarta: Qisthi Press, 2005.
Shihab, Muhammad Quraish. Membumikan Al-Qur’an; Fungsi dan Peran Wahyu Dalam Kehidupan Masyarakat. Bandung: Mizan, 2004.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2016.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
Lokakarya Journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.