PENGEMBANGAN INDUSTRI EMPING MELINJO SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA KARANG SARI, KECAMATAN GUNUNG MALIGAS, KABUPATEN SIMALUNGUN, SUMATERA UTARA
DOI:
https://doi.org/10.30829/pema.v3i2.3846Keywords:
Emping Melinjo, Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Industry, Potensi Ekonomi LocalAbstract
Industri emping melinjo merupakan salah satu potensi ekonomi lokal yang dapat dijadikan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan industri emping melinjo sebagai strategi pemberdayaan masyarakat di Desa Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus, dengan fokus pada proses pengembangan industri emping melinjo, dampaknya terhadap ekonomi masyarakat setempat, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengembangan industri tersebut. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan para petani melinjo dan pelaku industri emping, serta analisis dokumen terkait kebijakan dan program pemberdayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan industri emping melinjo di Desa Karang Sari telah memberikan dampak yang positif terhadap pemberdayaan masyarakat setempat. Industri ini telah mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi lokal. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan pengembangan industri emping melinjo meliputi dukungan dari pemerintah daerah dalam bentuk pelatihan dan pendampingan, akses terhadap modal usaha, pengembangan jaringan kerjasama dengan pihak-pihak terkait, serta upaya diversifikasi produk untuk menghadapi fluktuasi pasar. Namun, penelitian juga mengidentifikasi beberapa kendala seperti kurangnya akses terhadap pasar yang luas, keterbatasan teknologi pengolahan yang modern, serta permasalahan dalam manajemen usaha. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, pengembangan industri emping melinjo memberikan gambaran tentang bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.References
nggraeni, F. D. (2013). Pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui fasilitasi pihak eksternal dan potensi internal (Studi kasus pada kelompok usaha" Emping Jagung" di Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang) (Doctoral dissertation, Brawijaya University).
Asri, I. W. Y. (2010). Analisis Usaha Industri Emping Melinjo Skala Rumah Tangga Di Kabupaten Magetan.
Cahyani, S. N. (2023). Peran Home Industri Emping Melinjo Dalam Meningkatkan Pendapat Keluarga Karyawan (Studi Kasus Pada UD. Kondang Roso Desa Mejono Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri) (Doctoral dissertation, IAIN Kediri).
Detri, D. (2021). TA: Analisis Nilai Tambah Industri Emping Melinjo Skala Rumah Tangga Di Desa Bernung Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran (Doctoral dissertation, Politeknik Negeri Lampung).
Hastuti, E. V. (2022). Industri Emping Melinjo di Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen Tahun 1950-2010.
Setyawan, F., & Sari, P. N. (2016). Labelling kemasan sebagai upaya pengembangan pemasaran agroindustri emping jagung di Desa Tirtomulyo, Kretek, Bantul. Indonesian Journal of Community Engagement, 1(2), 231-238.
Yanti, F. D. (2022). Analisis Nilai Tambah Melinjo (Gnetum Gnemon, L.) Pekarangan Rumah dan Strategi Pengembangan Industri Rumahan Pengolahan Emping Melinjo di Desa Pulau Sejuk Kecamatan Datuk Limapuluh Kabupaten Batu Bara (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Jurnal Tarbiyah provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. Jurnal PEMA Tarbiyah Open Access articles are distributed under this CC BY SA.