MENANAMKAN KECERDASAN MORAL SEJAK ANAK USIA DINI PADA KELUARGA MUSLIM
DOI:
https://doi.org/10.30829/tar.v22i1.9Abstract
Kecerdasan moral perlu dikembangkan sejak anak usia dini melalui keluarga muslim. Orangtua terutama ibu mempunyai peran penting dalam pembentukan kecerdasan moral seorang anak yang akan membentuk karakter anak untuk menuju kedewasaannya. Ibu adalah sekolah pertama dan utama bagi seorang anak. Anak usia dini yang berada diantara usia 0 – 6 tahun merupakan masa usia emas atau golden age, yaitu usia di mana sel-sel otak berkembang secara luar biasa dengan membuat sambungan antar sel. Masa ini tidak akan kembali berulang, sehingga perlu waktu yang cukup lama dari orang tua untuk membina anak-anaknya menjadi manusia yang bermoral. Untuk membangun kecerdasan moral perlu diperhatikan tujuh kebajikan utama kecerdasan moral yang dapat membentuk karakter anak , yaitu (1) empati untuk memahami dan merasakan kekhawatiran orang lain, (2) nurani untuk mengetahui dan menerapkan cara bertindak yang benar, (3) kontrol diri untuk mengendalikan pikiran dan tindakan agar dapat menahan dorongan dari dalam maupun dari luar sehingga dapat bertindak dengan benar, (4) rasa hormat untuk menghargai orang lain dengan berlaku baik dan sopan, (5) kebaikan hati untuk menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan dan perasaan orang lain, (6) toleransi untuk menghormati martabat dan hak semua orang meskipun keyakinan dan perilaku mereka berbeda dengan kita dan (7) keadilan untuk berpikir terbuka serta bertindak adil dan benar. Diharapkan dua puluh mendatang Indonesia akan mendapatkan generasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam kehidupannya.Kata kunci : Tumbuh-kembang, Kecerdasan Moral, Empati, Nurani, Kontrol Diri, Rasa Hormat, Kebaikan hati, Toleransi, Keadilan, Anak Usia Dini dan Keluarga MuslimDownloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Jurnal Tarbiyah provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. Jurnal Tarbiyah Open Access articles are distributed under this CC BY SA.