Model Pembelajaran Culturally Responsive Teaching dalam Menumbuhkan Sikap Moderat Peserta Didik melalui Pendidikan Multikultural
Abstrak
Keberagaman budaya, agama, dan latar sosial peserta didik di Indonesia merupakan realitas yang tidak dapat dihindari dalam dunia pendidikan. Namun, praktik pembelajaran yang belum sepenuhnya responsif terhadap keragaman tersebut berpotensi menimbulkan sikap eksklusif, intoleran, dan lemahnya moderasi beragama di kalangan peserta didik. Kegelisahan akademik ini mendorong pentingnya penerapan model pembelajaran yang mampu mengakomodasi perbedaan budaya sekaligus menumbuhkan sikap moderat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam menumbuhkan sikap moderat peserta didik melalui pendekatan pendidikan multikultural. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan pendidik dan peserta didik, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CRT yang mengintegrasikan nilai-nilai multikultural dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran mampu meningkatkan sikap saling menghargai, toleransi, keterbukaan, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik terhadap perbedaan. Selain itu, peserta didik menunjukkan kecenderungan sikap moderat dalam beragama dan bermasyarakat, yang tercermin dalam perilaku inklusif dan dialogis. Kesimpulannya, model pembelajaran Culturally Responsive Teaching efektif digunakan sebagai strategi pedagogis dalam pendidikan multikultural untuk menumbuhkan sikap moderat peserta didik, sehingga relevan diterapkan dalam konteks pendidikan di masyarakat multikultural.Referensi
Ainah, N., Zulkifli, M., & Iderus, M. H. S. (2025). Dinamika Interaksi Sosial Lintas Agama: Persepsi dan Perilaku Toleransi Beragama di Perguruan Tinggi. Indonesian Journal of Islamic Religious Education, 3(1), 33–46.
Aronson, B., & Laughter, J. (2016). The theory and practice of culturally relevant education: A synthesis of research across content areas. Review of Educational Research, 86(1), 163–206.
Banks, J. A. (2010). Multicultural education: Characteristics and goals. Multicultural Education: Issues and Perspectives, 7, 3–32.
Banks, J. A., & Diem, N. (2008). Diversity and citizenship education. Handbook of Research in Social Studies Education, 137–154.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.
Davids, N., & Waghid, Y. (2020). Teaching, friendship and humanity. Springer.
Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice. teachers college press.
Gorski, P. (2019). Avoiding racial equity deto. Educational Leadership.
Grant, C. A., & Portera, A. (2010). Intercultural and multicultural education: Enhancing global interconnectedness (Vol. 39). Routledge.
Hammond, Z. (2014). Culturally responsive teaching and the brain: Promoting authentic engagement and rigor among culturally and linguistically diverse students. Corwin Press.
Hoover, D. (2023). Exploring Religious Diversity and Covenantal Pluralism in Asia. Routledge, Taylor & Francis Group.
Ladson-Billings, G. (2021). Culturally relevant pedagogy: Asking a different question. Teachers College Press.
Mansir, F., & Wadham, B. (2021). Paradigm of HAR Tilaar Thinking About Multicultural Education in Islamic Pedagogy and Its Implication in the Era Pandemic Covid-19. Cendekia, 19(2), 253–368.
Muaz, M., & Ruswandi, U. (2022). Moderasi Beragama dalam Pendidikan Islam. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(8), 3194–3203.
Mufidah, A., Rakhmawati, A., Ulya, C., & Noreewec, A. (2025). Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Konten dengan Pendekatan CRT Pada Materi Teks Puisi di SMP. ANUFA, 3(1), 1–14.
Neito, S., & Nieto, S. (2001). Language Culture and Teaching. Lea.
Rahmawati, Y., Mu’ti, A., Suyanto, S., & Herianingtyas, N. L. R. (2025). Pembelajaran Mendalam: Transformasi Pembelajaran Menuju Pendidikan Bermutu. Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, 18(1).
Santrock, J. W. (2024). Educational psychology.
Saptadi, N. T. S., Arribathi, A. H., Nababan, H. S., Romadhon, K., Maulani, G., Susilawati, E., Nur, M., Arisandi, V., Hutapea, B., & Hadikusumo, R. A. (2023). Pendidikan Multikultural. Sada Kurnia Pustaka.
Schachner, M. K., Schwarzenthal, M., Van De Vijver, F. J., & Noack, P. (2019). How all students can belong and achieve: Effects of the cultural diversity climate amongst students of immigrant and nonimmigrant background in Germany. Journal of Educational Psychology, 111(4), 703.
Sleeter, C. E. (2024). Critical multicultural education: Theory and practice. Teachers College Press.
Suhail, A. K., Lintang, D., Pahrudin, A., & Oktaviano, W. (2025). Azyurmardi Azra dan Moderasi Beragama di Indonesia. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 19(2), 737–754.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
AMI Journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.